DHF

DHF (DBD) Penyakit demam berdarah dengue atau yang disingkat sebagai DBD adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia.

Selama nyamuk aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk dbd tersebut tidak berbahaya. Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita dbd maka nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu perlu pengendalian nyamuk jenis aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang yang satu ke orang yang lain

DSS

Demam berdarah(DB) merupakan momok yan masih mengintai jutaan manusia di Indonesia. Data tahun 2004 menyebutkan di seluruh Indonesia terdapat 26.015 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang (CFR= 1,53%).
Apa itu Sindrom Syok Dengue(SSD)?
Demam dengue merupakan penyakit yang ditandai dengan demam akut 2-7 hari dengan dua atau lebih manifestasi berikut:
Ø Nyeri kepala
Ø nyeri di belakang bola mata
Ø nyeri otot/nyeri sendi
Ø bintik-bintik merah
Ø manifesasi perdarahan (petechiae dan tes tornikuet positif) dan,
Ø leukopenia.
Sedangkan demam berdarah dengue(DHF) adalah kasus probable demam dengue dengan satu atau lebih manifestasi perdarahan positif berikut:
Ø tes torniket positif
Ø Petechiae, ecchymosis atau purpura
Ø perdarahan dari mukosa (mimisan atau perdarahan gusi),
Ø muntah darah atau melena
ØTrombositopenia(platelet 100,000/mm kubik atau kurang) dan
Ø adanya bukti kebocoran plasma karena meningkatnya permeabilitas kapiler yang bermanifestasi sebagai salah satu atau lebih dari keadaan berikut:
– kenaikan haemotocrit >20% sesuai umur dan jenis kelamin
– penurunan haemotocrit >20% dibanding nilai awal setelah diberikan cairan infus
– tanda kebocoran plasma (efusi pleural, ascites atau
hypoproteinemia).

Sedangkan SSD mencakup semua kriteria DHF ditambah tanda-tanda kegagalan sirkulasi yang bermanifestasi sebagai nadi cepat dan lemah tekanan nadi sempit
(< atau sama dengan 20 mm Hg); hipotensi sesuai umur, kulit dingin dan lembab dan gelisah.
Penderita yang datang dengan SSD keadaan umumnya selalu mengkhawatirkan dan tentunya membuat dokter selalu deg-degan karena perjalanan penyakitnya yang tidak bisa ditebak.
Pernah suatu ketika saya mengalami keadaan pasien yang naik turun hematokritnya dan membuat jantung saya juga naik turun. Penilaian hematokrit yang rutin(tiap 2 jam) sangat penting pada pasien-pasien dengan SSD, karena menentukan status cairan dan hidrasi pasien. Hematokrit adalah volume eritrosit yang dimampatkan (packed cell volume). Pada orang yang dehidrasi atau syok, nilai ini cenderung meningkat. Inilah yang menjadi acuan untuk apakah menambah jumlah tetesan infus, atau menurunkannya.
Pengobatan SSD harus mengandalkan penilaian klinis dan monitoring status hidrasi pasien seperti urin output, jumlah cairan masuk, tanda-tanda perdarahan. Jika penanganan tidak adekuat, pasien dapat jatuh ke dalam keadaan syok(hipotensi, kegagalan sirkulasi) dan akhirnya meninggal.
Maka dari itu, jika anda demam selama 3 hari, segera periksakan diri anda, jangan menunda-nunda karena badan merasa segar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: